Paste your Google Webmaster Tools verification code here

Aturan Baru JHT BPJS Ketenagakerjaan Ramai Menjadi Bahan Perbincangan

Advertisement

Aturan Baru JHT BPJS Ketenagakerjaan Ramai Menjadi Bahan Perbincangan-Bungkusdah.com Jaminan Hari Tua JHT BPJS Ketenagakerjaan yang dulu disebut dengan Jamsostek kini ramai diperbincangkan. Banyak orang memperbincangkan Jaminan Hari Tua (JHT) BPJS Ketenagakerjaan pasalnya terkait dengan keluarnya aturan baru JHT BPJS yang membuat beberapa kalangan terutama para peserta BPJS Ketenagakerjaan atau yang dulu disebut Jamsostek kecewa ketika akan mencairkan dana seperti aturan sebelumnya.

Aturan Baru JHT BPJS Ketenagakerjaan Ramai Menjadi Bahan Perbincangan

Kalau ketentuan untuk bisa mencairkan dana Jamsostek yang sekarang berubah nama menjadi Jaminan Hari Tua JHT BPJS Ketenagakerjaan sebelumnya dengan ketentuan kepesertaan setelah 5 tahu 1 bulan dana baru bisa dicairkan atau diambil. Namun aturan baru JHT BPJS Ketenagakerjaan sekarang per 1 Juli 2015,  dana baru bisa dicairkan setelah masa kepesertaan selama 10 tahun. Aturan baru JHT BPJS Ketenagakerjaan ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) No.46 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Jaminan Hari Tua BPJS.

Tenaga kerja yang baru terdaftar tidak bisa mencairkan dananya di BPJS Ketenagakerjaan sebelum selama 10 tahun. Itupun dengan ketentuan dana tidak bisa diambil seluruhnya jika peserta pindah perusahaan atau masih bekerja. Dana hanya bisa diambil 10 % dan 20 % untuk pembiayaan rumah. Dana bisa diambil full oleh peserta JHT BPJS kalau pekerja atau  peserta BPJS Ketenagakerjaan sudah tidak bekerja lagi, berhenti total atau menganggur dan sudah tidak lagi menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Namun jika masih menjadi peserta JHT BPJS Ketenagakerjaan saldo akan masih terakumulasi.

Kententuan baru penarikan dana Jaminan Hari Tua (JHT) BPJS Ketenagakerjaan ini banyak membuat masyarakat kecewa dan mengeluhkan peraturan baru tersebut. Terutama para pekerja yang belum mencapai masa kerja atau masa kepeertaan BPJS Ketenagakerjaan selama 10 tahun. Pasalnya masyarakat berpendapat bahwa yang namanya hak pekerjaan atau tenaga kerja kapanpun bisa diambil. Itu adalah mereka dan toh uang tersebut yang ada di BPJS adalah uang mereka sendiri yang di potong dari pembayaran gaji setiap bulan.

Beredar juga kabar bahwa dana Jaminan Hari Tua (JHT) BPJS Ketenagakerjaan baru bisa diambil setelah usia 56 tahun atau pensiun. Jadi untuk bisa mencairkan dananya, peserta harus menunggu hingga mencapai usia 56 tahun. Informasi tadi tidak benar dan perlu diluruskan. Yang benar adalah peserta bisa mencarkan dana tanpa harus menunggu usia mencapai 56 tahun. Namun dana BPJS tetap tidak bisa diambil seluruhnya jika peserta atau pekerja pindah pekerjaan, dana JHT BPJS Ketenagakerjaan hanya bisa diambil 10 % dan atau 20 % untuk pembiayaan rumah. Dana bisa diambil seluruhnya  full jika pekerja atau peserta JHT BPJS Ketenagakerjaan sudah pensiun dan tidak bekerja lagi. BPJS Ketenagakerjaan

Advertisement
Aturan Baru JHT BPJS Ketenagakerjaan Ramai Menjadi Bahan Perbincangan | Kartika Dwi | 4.5
Close
Perhatian!
1 Like dari anda sangat berharga bagi kami