Paste your Google Webmaster Tools verification code here

Demam Batu Akik, Akankah Batu Akik Dikenai Pajak?

Advertisement

Demam Batu Akik, Akankah Batu Akik Dikenai Pajak?-Bungkusdah.comFenomena batu akik yang saat ini sedang boming membuat orang berbondong-bondong  berburu batu akik dan rela membeli batu akik dengan harga yang mahal. Batu akik bisa membuat siapa saja jatuh cinta bahkan batu akik bisa membuat siapa saja beralih profesi. Demam batu akik ini membuat penjualan batu akik melonjak bahkan harga  bisa mencapai jutaan hingga  ratusan juta rupiah.

Demam-Batu-Akik,-Akankah-Batu-Akik-Dikenai-Pajak?

Jika anda memliki batu akik dengan harga mahal maka bersiap siaplah terhadap aturan baru pemerintah. Pemerintah sedang giat menggenjot penghasilan negara dari sektor penerimaan pajak yang salah satunya dengan melakukan ekstensifikasi atau perluasan objek pajak. Pemerintah melakukan revisi Peraturan Menteri Keuangan mengenai pajak barang mewah   lewat PPh pasal 22.  Batu akik akan dianggap sebagai barang mewah akan menjadi objek pajak. Batu akik dengan harga 1 juta ke atas akan dikenakan pajak sebesar 0,5 % hingga 1 %. Peraturan pemerintah ini akan diterapkan mulai bulan Juli 2015. Pajak juga akan dikenakan pada batu permata, berlian, emas dan mutiara.Baca Juga :Cara Membedakan Batu Bacan

Direktur Peraturan Perpajakan I Ditjen Pajak, Irawan menjelaskan batu akik bisa dikategorikan sebagai barang perhiasan. Akan tetapi tidak serta merta batu akik bisa dikenakan pajak seperti pajak penghasilan PPh pasal 22 atau PPN. Pengenaan pajak terhadap batu akik jika nilai jual batu akik rata-rata diatas Rp 100 juta.

Sementara itu Ditjen Pajak menilai bahwa harga batu akik saat ini masih sangat fluktuatif dan tidak menggambarkan dari nilai aslinya. Irawan juga menjelaskan bahwa pedagang batu akik rata-rata  mereka adalah pedagang kecil bukan sebuah badan usaha. Dan untuk omzet yang harus dikenakan pajak PPN 10% kepada penjual minimal rata-rata omzet Rp 4,8  miliar per tahun.

Fenomena demam batu akik mengingatka kita pada 8 tahun lalu ketika heboh gelombang cinta  yang 1 pohon gelombang harganya bisa mencapai 15 juta, kemudian antorium,ikan lohan dan kamboja jepang. sementara itu menurut pakar Ilmu Financial Psikologi , fenomena heboh demam batu akik, gelombang cinta, ikan lohan yang terjadi di masyarakat  disebut dengan financial mania. Finacial mania ini membuat jutaan orang tersihir kolektif dan berbondong bondong membeli sesuatu yang sama karena dorongan emosi kolektif. Yang ironi dari financial mania ini adalah ketika orang berbondong  membeli sesuatu  dan mengingkari rasioanalitas.

 Bahaya dari financial mania ini harga yang sangat fluktuatif dan cepat naik dengan harga yang sangat tinggi dan kemudian akan jatuh. Dan biasanya sesuatu yang cepat naik dia akan cepat jatuh. Oleh karena itu bagi anda para penggemar batu akik, ketika anda akan membeli batu akik pastikan anda mengetahui spesikasi dari batu akik tersebut jangan sampai anda membeli sesuatu hanya karena ikut-ikutan agar anda tidak menyesal di kemudian hari.Demam Batu Akik, Akankah Batu Akik Dikenai Pajak?

Advertisement
Demam Batu Akik, Akankah Batu Akik Dikenai Pajak? | Kartika Dwi | 4.5
Close
Perhatian!
1 Like dari anda sangat berharga bagi kami