Paste your Google Webmaster Tools verification code here

Haruskah Kita Mengkonsumsi Suplemen Makanan?

Advertisement

Bungkusdah – Haruskah Kita Mengkonsumsi Suplemen Makanan? – Seiring perubahan gaya hidup modern, banyak sekali suplemen makanan yang ditawarkan sebagai alternatif meningkatkan kesehatan tubuh. Tak sedikit para profesional dan pekerja keras yang merasa perlu untuk mengkonsumsi produk buatan pabrik tersebut untuk menunjang aktivitasnya yang tinggi. Benarkah kita mesti dan perlu untuk mengkonsumsi suplemen semacam ini?

Haruskah-Kita-Mengkonsumsi-Suplemen-Makanan?

Haruskah-Kita-Mengkonsumsi-Suplemen-Makana?

Suplemen makanan yang merupakan nutrisi makanan untuk tubuh yang diproduksi dengan berbagai bentuk. Suplemen makanan ada yang berbentuk  cair atau minuman, capsule, serbuk (diseduh dengan air), tablet atau pil dan bentuk lain yang mudah untuk dikonsumsi. Menurut ketentuan medis, suplemen makanan merupakan produk olahan makanan  yang dibuat dari bahan-bahan alami yang mengandung gizi dan non gizi yang tidak mengandung unsur bahan kimia obat yang berbahaya bagi tubuh. Namun dalam prakteknya, pembuatan suplemen tak jarang juga melibatkan adanya zat tambahan tertentu seperti penambah rasa,pewarna,pengawet dan lain sebagainya.

Secara prinsip, suplemen makanan tak ada bedanya dengan produk makanan olahan dalam kemasan lainnya yang juga dibuat untuk kepentingan komersial. Dalam pembuatan suplemen, proses pengolahan dilakukan dengan suhu tinggi dan penekanan agar produk dapat dibuat dalam bentuk kemasan yang praktis. Ditambahkan pula sejumlah zat tambahan agar rasanya lebih enak, tampilannya lebih menarik, serta agar lebih awet dan tahan lama.

Harsukah-Kita-Mengkonsumsi-Suplemen-Makanan?

Haruskah-Kita-Mengkonsumsi-Suplemen-Makanan?

Sifat suplemen makanan yang praktis memang sangat mendukung kebutuhan manusia modern yang serba praktis dalam memenuhi kebutuhan nutrisinya. Apalagi ditunjang promosi yang luar biasa massif menjadikan produk bisnis ini mampu menarik perhatian para konsumen. Padahal, tak sedikit kelemahan suplemen kesehatan yang dapat memberikan dampak kurang baik bagi kesehatan.

Nutrisi dalam suplemen makanan cenderung bersifat sederhana, dan ini sangat berbeda sekali dengan nutrisi dalam makanan alami yang bersifat kompleks. Sebagai contoh, suplemen vitamin C dosis tinggi dibuat hanya berisi kandungan vitamin C dosis tinggi hanya untuk memenuhi kebutuhan orang yang mengalami defisiensi vitamin C. Biasanya vitamin C atau asam askorbat ini secara sintetis agar mudah larut dalam air dan cepat diserap tubuh.

Haruskah-Kita-Mengkonsumsi-Suplemen-Makanan?

Haruskah-Kita-Mengkonsumsi-Suplemen-Makanan?

Zat-zat tambahan yang sering dicampurkan dalam suplemen makanan adalah siklamat atau sakarin yang akan membahayakan tubuh jika terakumulasi dalam jumlah besar. Karena itu disarankan untuk tidak digunakan dalam waktu yang lama dan terus menerus. Apalagi Proses pembuatan suplemen dalam suhu tinggi juga berisiko terhadap berkurangnya kualitas kandungan nutrisi yang ada di dalamnya dan berpotensi menghilangkan nutrisi yang ada dalam bahan baku alaminya.

 Dengan memperhatikan realitas tersebut, para ahli gizi menekankan agar kita tidak mudah terpengaruh untuk mengkonsumsi suplemen. Suplemen makanan sebaiknya hanya dikonsumsi untuk orang yang telah berusia di atas 40 atau 50 tahun dimana kemampuannya menghasilkan nutrisi yang dibutuhkan makin berkurang.

Semoga artikel dari kami ini dapat menambah pengetahuan dan bermanfaat bagi kita semua.

Advertisement
Haruskah Kita Mengkonsumsi Suplemen Makanan? | Kartika Dwi | 4.5
Close
Perhatian!
1 Like dari anda sangat berharga bagi kami