Paste your Google Webmaster Tools verification code here

Kisah Rani Andriani Terpidana Mati Kasus Narkoba

Advertisement

Bungkusdah – Kisah Rani Andriani Terpidana Mati Kasus Narkoba – Rani Andriani alias Mellisa Aprilia adalah salah satu dari enam terpidana mati yang telah dieksekusi mati pada hari Minggu 18 Januari 2015 pukul 00.00 WIB. Rani Andriani perempuan asal Cianjur, Jawa Barat nasibnya berujung pada hukuman mati karena kasus penyelendupan heroin seberat 3,5 kilogram. Rani akhirnya tertangkap pada bulan Januari Tahun  2000 di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. Dan pada tanggal 22 Agusutus tahun 2000 Pengadilan Negeri Tangerang menjatuhi hukuman mati kepada Rani Andriani.

Kisah-Rani-Andriani-Terpidana-Mati-Kasus-Narkobaa

Rani Andriani sebenarnya hanyalah sebagai kurir saja dalam kasus peredaran narkoba ini, sedangkan bisnis haram perdagangan narkoba dikendalikan  oleh Meirika Franola alias Ola yang juga merupakan sepupu Rani Andriani. Meirika Franolla bekerja sama dengan sepupunya yang bernama Deni Setia Marhawan. Meirika Franola alias Ola memulai bisnis haram tersebut karena diajak oleh sang suami yang bernama Tajudin alias Mouza Sulaiman Domala alias Tony warga negara Nigeria. Tajudin alias Tony tewas dalam baku tembak dengan polisi pada saat dilakukan penangkapan pada tahun 2005.

Awal mula Rani terjerumus dalam bisnis haram ini karena Rani Andriani terjerat utang dan kemudian bertemu dengan Ola sepupunya. Rani meminta tolong kepada Ola meminjaminya  uang sebesar Rp 5 juta untuk melunasi  hutangnya. Namun Meririka Franola alias Ola mengaku tidak mempunyai uang untuk meminjami Rani. Ola malah menawarkan bisnis kepada Rani untuk menjadi kurir narkoba. Karena kepepet hutang  Rani akhirnya menyetujui penawaran Ola.

Dan akhirya mulailah Rani bepergian ke luar negeri menjadi kurir untuk mengantarkan barang barang haram tersebut. Namun akhirnya Rani tertangkap saat di Bandara Soekarno Hatta saat akan menyelundupkan narkoba jenis heroin seberat 3,5 kilogram. Rani, Meirika Franola dan Deni Setia Marhwan juga ditangkap dan divonis dengan hukuman mati oleh Pengadilan Negeri Tangerang. Namun permohonan grasi Ola dan Deni disetujui oleh Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono. Ola dan Deni tidak dihukum mati hanya hukuman penjara seumur hidup.

Nasib apes menimpa Rani Andriani, walaupun sempat mengajukan banding, kasasi, peninjauan kembali bahkan hingga permohonan uji materi soal hukuman mati ke Mahkamah Agung namun  gagal. Permohonan grasi hukuman mati Rani Anriani  pada Desember 2014  ditolak oleh Presiden Joko Widodo. Rani harus menjalani eksekusi hukuman mati yang dilaksanakan pada Minggu 18 Januari 2015 pukul 00.00 WIB. Menurut Ketua MUI Cilacap hasan Makarim, Rani sudah siap menjalani eksekusi hukuman mati, bahkan Rani  sedang menjalani puasa selama 40 hari yang akan selesai dalam beberapa hari lagi.

Jenazah Rani Andriani alias Melisa Apriliani telah dimakamkan pada hari Minggu 18 Januari 2015 pukul  11.40 WIB di samping makam ibunya di komplek pemakaman keluarga di RT 1 Rw 8, Kampung Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Topik yang dicari:

rani apriliani alias melisa
Advertisement
Kisah Rani Andriani Terpidana Mati Kasus Narkoba | Kartika Dwi | 4.5
Close
Perhatian!
1 Like dari anda sangat berharga bagi kami