Paste your Google Webmaster Tools verification code here

Kontroversi Mobil LCGC (Low Cost and Green Car)

Advertisement

Bungkusdah – Kontroversi Mobil LCGC (Low Cost and Green Car) – Program mobil murah atau yang  kita kenal dengan Mobil LCGC (Low Cost and Green Car) kembali menjadi kontroversi. Dengan adanya program mobil murah (LCGC) masyarakat bisa lebih mudah untuk memiliki mobil karena harga yang murah dan sangat terjangkau. Namun beberapa kalangan menganggap bahwa mudarat mobil LCGC lebih banyak dibandingkan manfaatnya ditengah masalah kelangkaan BBM atau persoalan kuota subsidi BBM yang harus dibatasi. Apa alasan mobil LCGC lebih banyak mudarat daripada manfaat? Bukankah mobil LCGC juga membayar pajak.

Kontroversi-Mobil-LCGC-(Low-Cost-and-Green-Car)

Kontroversi-Mobil-LCGC-(Low-Cost-and-green-Car)

Menurut beberapa kalangan alasannya cukup sederhana, dengan semakin banyaknya pengguna mobil LCGC (Low Cost and Green Car) manfaat pajak dari banyaknya mobil LCGC berbanding terbalik dengan pengeluaran pemerintah dalam mengeluarkan subsidi BBM karena meningkatnya penggunaan premium bersubsidi yang banyak digunakan mobil LCGC. Penjualan mobil murah LCGC (Low Cost and Green Car) di Indonesia dari bulan Januari hingga Juli saja sudah laku terjual lebih dari 100.000 unit. Dan dari sekian banyaknya mobil LCGC kebanyakan menggunakan BBM Subsidi walaupun pemerintah dan produsen sudah menganjurkan untuk menggunakan BBM non subsidi.Kontroversi Mobil LCGC (Low Cost and Green Car)

Kontroversi-Mobil-LCGC-(Low-Cost-and-Green-Car)

Kontroversi-Mobil-LCGC-(Low-Cost-and-Green-Car)

Kalau mau sesuai aturan sebenarnya mobil-mobil LCGC sebenarnya untuk bahan bakarnya menggunakan pertamax, karena subsidi BBM khusus untuk premium setiap tahunnya mencapai Rp 120 triliun itu belum termasuk subsidi untuk solar. Dan Ketua Gaikindo ( Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) Sudriman MR juga mengakui kalau seharusnya mobil-mobil LCGC (Low Cost and Green Car)  itu menggunakan bahan bakar bensin yang non subsidi. Cuma masalahnya ada pada tingkat konsumen mobil LCGC. Dan Gaikindo pun tidak bisa mengawasi pemakaian bahan bakar bensin bersubsidi.

Kontroversi Mobil LCGC (Low Cost and Green Car) Akan tetapi dengan adanya program mobil murah LCGC (Low Cost and Green Car)tidak bisa menyalahkan adanya mobil-mobil LCGC atau selalu melihat dari sisi negatifnya saja. Karena walau bagaimana juga mobil-mobil LCGC juga membayar pajak sebagaiman juga mobil-mobil lainnya. Dan untuk subsidi pajak hanya ada pada PPnBM saja. Adanya mobil LCGC  juga memberikan dampak yang positif seperti semakin bertumbuhnya industri yang cukup banyak menyerap tenaga kerja dan invetasi yang bertambah. Dan tentunya masih banyak lagi nilai-nilai positif yang bisa diambil dari program mobil murah LCGC ini.

Advertisement
Kontroversi Mobil LCGC (Low Cost and Green Car) | Kartika Dwi | 4.5
Close
Perhatian!
1 Like dari anda sangat berharga bagi kami