Paste your Google Webmaster Tools verification code here

Lokalisasi Dolly Ditutup

Advertisement

Bungkusdah – Lokalisasi Dolly DitutupMeskipun banyak kecaman dan penolakan dari warga atas kebijakan penutupan lokalisasi terbesar di Asia Tenggara yaitu Dolly, Pemerintah kota Surabaya tetap mendeklarasikan penutupan lokalisasi Dolly dan Jarak pada Rabu malam  tanggal 18 Juni 2014 di Islamic Centre yang berjarak tidak jauh dari gang Dolly. Dalam deklarasi penutupan lokalisasi Dolly dan Jarak, Surabaya juga dihadiri oleh Menteri Sosial Salim Segaf Al-Jufri , Gubernur Jawa Timur Sokekarwo, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan juga 100 warga dari kelurahan Putat Jaya dan Sawahan yang menjadi lokasi bisnis prostitusi di Surabaya, Jawa Timur. Penutupan lokalisasi Dolly untuk mencegah penyebaran penyakit HIV Aids dan melindungi anak efek negatif lingkungan prostitusi.

Lokalisasi-Dolly-Ditutup

Lokalisasi-Dolly-Ditutup

Dalam acara deklarasi penutupan lokalisasi Dolly juga dibagikan bantuan keuangan secara simbolis kepada para perwakilan warga kelurahan Putat Jaya dan Sawahan dan juga perwakilan dari PSK (Pekerja Seks Komersil).  Pemrintah Kota Surabaya sudah mensosisalikan beberapa hari sebelumnya tentang penutupan lokalisasi Dolly. Namun warga dan juga para pekerja seks komersil terus melakukan upaya penolakan atas ditutupnya lokalisasi Dolly. Para warga keberatan dengan alasan jika Lokalisasi Dolly Ditutup  mereka tidak bisa  mencari penghasilan untuk menghidupi keluarga dan biaya sekolah anak-anaknya. Banyak bisnis dan usaha kecil yang dirugikan dengan kebijakan penutupan lokalisasi Dolly. Seperti warung kopi, warung kelontong , jasa laundry dan sebagainya banyak yang bergantung pada bisnis prostitusi di Dolly.

Lokalosasi-Dolly-Ditutup

Lokalisasi-Dolly-Ditutup

Para warga yang tergabung dalam Front Pekerja Lokalisasi (FPL) memblokir jalan Girilaya, Surabaya. Aksi pemblokiran tersebut merupak wujud protes dan penolakan atas kebijakan pemerintah Surabaya untuk menutup lokasisai Dolly. Para anggota FPL (Front Pekerja Lokalisasi) mengaku tidak pernah diajak berdialog soal rencana penutupan lokaslisasi Dolly. Di lokalisasi Dolly ada kurang lebih 1.449 pekerja seks komersil. Kementrian Sosial telah telah menyediakan kompensasi kepada para pekerja seks komersil Dolly sebesar 5 juta rupiah per orang dan akan memberikan pelatihan-pelatihan dan ketrampilan-ketrampilan untuk mencari pekerjaan baru atau membuka baru. Namun para warga dan pekerja seks komersil di lima RW di kelurahan Putat Jaya menolak pemberian kompensasi tersebut, mereka tetap menolak Lokalisasi Dolly Ditutup.

Lokalisasi-Dolly-Ditutup

Lokalisasi-Dolly-Ditutup

Sementara itu Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyatakan pemberian kompensasi kepada para pekerja seks komersil akan dilakukan selama lima hari, di mulai dari hari Kamis 19 Juni 2014 di lokalisasi. Penutupan bisnis prostitusi memang tidak mudah karena menyangkut urusan perut, apalagi seperti Dolly dimana ribuan orang menggantungkan hidupnya dari bisnis prostistusi ini. Semoga persoalan bisnis prostistusi Dolly bisa terselesaikan dengan baik.

 

Advertisement
Lokalisasi Dolly Ditutup | Kartika Dwi | 4.5
Close
Perhatian!
1 Like dari anda sangat berharga bagi kami