Paste your Google Webmaster Tools verification code here

Menghitung Pajak Progresif Untuk Kendaraan Bermotor

Advertisement

Bungkusdah – Menghitung Pajak Progresif Untuk Kendaraan Bermotor – Melalui Dinas Pelayanan Pajak pemerintah telah menerapkan pajak progresif untuk kendaraan bermotor yang dikuasai atau dimiliki oleh pribadi. Pajak progresif yaitu tarif pajak yang sistem pemungutan pajaknya dengan cara menaikkan prosentase pajak yang wajib dibayarkan disesuaikan dengan kenaikan jumlah objek pajak tertentu setiap kali naik.

Menghitung-Pajak-Progresif-Untuk-Kendaraan-Bermotor

Menghitung-Pajak-Progresif-Untuk-Kendaraan-Bermotor

Penerapan pajak progresif dalam sistem perpajakan Indonesia tidak hanya pada kepemilikan kendaraan bermotor baik roda dua atau roda empat saja tetapi ada juga pajak progresif juga diterapkan pada pajak penghasilan. Pajak progresif untuk kendaraan bermotor untuk penerapan tarifnya diatur dalam pasal 7 Perda  no 8 Tahun 2010. Penerapan pajak progresif dikenakan untuk kendaraan baik kendaan bermotor beroda dua maupun roda empat dengan nama pemilik dan alamat yang sama. Namun jika nama pemilik sama akan tetapi alamat tempat tinggal berbeda makan tidak dikenakan pajak progresif.

Pajak progresif tidak berlaku untuk kendaraan angkutan umum dan kendaraan dinas miliki pemerintah. Dan penentuan tarif pajak progresif tiap daerah berbeda. Besaranya tarif pajak progresif diatur oleh Perda (Peraturan Daerah) dalam Menghitung Pajak Progresif Untuk Kendaraan Bermotor.

Menghitung-Pajak-Untuk-Kendaraan-Bermotor

Menghitung-Pajak-Progresif-Untuk-Kendaran-Bermotor

Menghitung Pajak Progresif Kendaraan Bermotor

Untuk bisa menghitung berapa pajak progresif yang dikenakan terhadap kendaraan bermotor anda, anda harus tahu berapa Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) kendaraan anda terlebih dahulu. Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) sudah ditetapkan oleh Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) setelah mendapat data dari ATPM (Agen Tunggal Pemegang Merek). Jadi Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) bukan harga di pasaran.

Dan untuk mengetahui berapa Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) kendaraan anda bisa menggunakan rumus berikut ini, yaitu nilai Pajak Kendaraan Bermotor (PKB/1,5) x 100. Nilai Pajak Kendaraan Bermotor masing-masing dan jenis kendaraan bermotor sudah ditetapkan oleh Dinas Pajak.

Menghitung-Pajak-Progresif-Untuk-Kendaraan-Bermotor

Menghitung-Pajak-Progesif-untuk-Kendaran-Bermotor

Sebagai contoh: Semisal Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sepeda motor anda Rp. 150.000,- Maka Nilai Jual Kendaran Bermotor (NJKB) kendaraan anda : (150.000,- / 1.5)= 100.000 x 100 = Rp.10.000.000,- . Jadi Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) anda adalah 10 juta.

Nah, jika anda memiliki dua sepeda motor perhitungan nilai pajak progresifnya adalah sebagai berikut:

Untuk sepeda motor yang pertama : 1,5 % x Rp. 10.000.000,- = Rp. 150.000,-.

Untuk sepeda motor yang ke dua : 2 % x Rp. 10.000.000,- = Rp. 200,000,-.

Namun perhitungan pajak tersebut di atas tentunya belum termasuk Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan ( SWDKLLJ ) sebesar Rp. 35.000,-.

Demikian itu tadi cara Menghitung Pajak Progresif Untuk Kendaraan Bermotor  anda. Semoga bisa menambah wawasan dan pengetahuan kita mengenai pajak progresif yang sudah ditetapkan oleh pemerintah Indonesia.

Semoga bermanfaat.

Advertisement
Menghitung Pajak Progresif Untuk Kendaraan Bermotor | Kartika Dwi | 4.5
Close
Perhatian!
1 Like dari anda sangat berharga bagi kami