Paste your Google Webmaster Tools verification code here

Menguak Sejarah Tradisi Halloween

Advertisement

Bungkusdah – Menguak Sejarah Tradisi Halloween – Tradisi perayaan Halloween yang di rayakan setiap tanggal 31 Oktober terutama di Amerika Serikat dan kini seluruh dunia ikut merayakan eforia Halloween. Banyak orang yang mengira bahwa Halloween merupakan perayaan iblis atau neraka. Akan tetapi jika dilihat dari kacamata sejarah, perayaan Halloween merupakan representasi dari sejarah yang sangat kaya akan budaya.

Menguak-Sejarah-Tradisi-Halloween

Menguak-Sejarah-Tradisi-Halloween

Menurut sejarah awal mula adanya tradisi perayaan Halloween adalah berasala dari Irlandia. Orang-orang Irlandia yang berpindah tempat ke Amerika Utara membawa dan menyebarkan tradisi Halloween atau hantu-hantuan. Sejarah awal mula munculnya tradisi Halloween tidak bisa sepenuhnya bisa dipahami karena catatan-catatan kuno yang terpisah-pisah sehingga sulit untuk menguak sejarah awal munculnya tradisi Hallowen.

Menurut catatan, tradisi perayaan Halloween ini merupakan perpaduan antara tradisi perayaan untuk menandai datangnya musim dingin dan berakhirnya musim tanam. Dan perayaan Halloween ini diawali dengan festival Samhain yang kalau dalam bahasa kuno Irlandia “samain” yang berarti “summers end”atau berakhirnya musim panas. Dan perayaan” Samain “atau “Summers end”atau “Samhain” dilakukan oleh orang-orang dari suku Celtic atau Kelt dari bangsa Eropa Tengah pada zaman kuno.Menguak Sejarah Tradisi Halloween

Dan dalam budaya dan tradisi bangsa kuno Gael di Eropa Barat festival “samain” merupakan tradisi untuk merayakan berakhirnya musim panen dan festival ini juga sering disebutr dengan perayaan Tahun Baru Kelt. Orang-orang suku Kelt adalah penganut paganisme dan mereka dalam pesta perayaan samhain atau summers end memanfaatkan kesempatan untuk menyembelih hewan dan ternak dan kemudian mereka menimbun bahan makanan untuk mempersiapkan datangnya musim dingin.

Bangsa atau suku kuno Gael ini mempercayai bahwa hari pada tanggal 31 Oktober ini adalah hari terbukanya pembatas antara orang mati dengan orang-orang yang masih hidup di dunia.Dan mereka mempercayai bahwa arwah orang-orang sudah mati bisa membahayakan bagi orang-orang yang masih hidup di dunia. Arwah orang-orang yang sudah mati dianggap bisa merusak panen dan menyebarkan penyakit.

Menguak-Sejarah-Tradisi-Halloween

Menguak-Sejarah-Tradisi-Halloween

Oleh karena itu pada malam tanggal 31 Oktober yaitu pada hari terbukanya pemabatas antara orang hidup dengan orang mati, orang-orang bangsa Gael menyalakan api unggun dan membakar tulang-tulang dari hewan ternak yang mereka sembelih dan mereka memakai pakaian atau kostum dan topeng hantu dengan maksud untuk menunjukkan perdamaian dengan arwah-arwah jahat dengan berpura-pura menjadi sosok roh yang jahat dan mengerikan.

Menguak Sejarah Tradisi Halloween Menurut buku yang berjudul Halloween : From Pagan Ritual to Party Night yang ditulis oleh Prof.Nicholas Rogers seorang ahli sejarah dari Universitas York, Toronto, menyebutkan bahwa tidak ada tanda bukti yang kuat yang menunjukkan bahwa tradisi perayaan samhain secara khusus ditujukan untuk pemujaan terhadap arawah leluhut atau orang-orang yang sudah mati. Festival samhain lebih menunjukkan pada perayaan peralihan musim panas ke musim dingin.

Dan keterkaitan antara tradisi perayaan Samhain dengan perayaan Halloween tidak ada bukti yang kuat yang menunjukan bahwa kedua perayaan ini memilki kaitan. Namun para peneliti banyak yang percaya tradisi “All Hallows’ Mass atau All Saints’ Day dirayakan pada tanggal 1 November di setiap tahunnya. Karena hari dan tanggal kalender yang berdekatan maka perayaan Samhain denga All Hallows’ Mass saling mempengaruhi. Dan kemudian kedua perayaan itu digabungkan menjadi perayaan All Hallows’ Event yang kini disebut dengan perayaan Halloween atau malam sebelum perayaan All Hallow atau yang sekarang disebut dengan perayaan All Saints Holy Day.

Advertisement
Menguak Sejarah Tradisi Halloween | Kartika Dwi | 4.5
Close
Perhatian!
1 Like dari anda sangat berharga bagi kami