Paste your Google Webmaster Tools verification code here

Program Bela Negara Menuai Kontroversi

Advertisement

Program Bela Negara Menuai Kontroversi-Bungkusdah.com19 Okteber 2015 akan dibuka secara resmi program pendidikan dan pelatihan kader bela negara bagi 4.500 warga sipil di 45 kabupaten/ kota di seluruh Indonesia. yang dicanangkan oleh Kementrian Pertahanan Republik Indonesia . Ditargetkan  sebanyak 100 juta warga negara Indonesia akan menjadi kader dalam program pendidikan dan pelatihan bela negara. Takn pelak gagasan pendidikan dan pelatihan kader bela negara ini menuai kontroversi. Ada pihak yang menyamakan program bela negara sama dengan program wajib militer dan ada pihak lain yang menilai bahwa program bela negara belum menjadi prioritas.

Program-Bela-Negara-Menuai-Kontroversi

Sementara itu, Menurut Menteri Pertahanan republik Indonesia Ryamizard Ryacudu bahwa program ini bukanlah wajib militer. Maksud dan tujuan program pendidikan dan pelatihan bela negara ini adalah untuk melahirkan warga negara yang siap menyongsong Indonesia yang kuat di tengah kompleknya ancaman negara. Program bela negara tidak semata hanya mengangkat senjata namun merupakan sebuah upaya untuk membangun dan menumbuhkan kedisiplinan nasional, menggalang solidartitas, meningkatkan motivasi, meningkatkan kebersamaan dan mengurangi konflik.Baca Juga: Program Kesehatan Pemerintah

Konsep bela negara yang digaungkan oleh pemerintah tahun ini secara keseluruhan akan disasarkan kepada seluruh rakyat. Namun teknis dan porsi akan disesuaikan dengan peserta. Dari tingkat pendidikan baik sekolah hingga perguruan tinggi, bela negara akan dimasukkan dalam kurikulum dengan bentuk materi yang berkaitan dengan kenegaraan dan nasionalisme.

Implementasi konsep bela negara bisa diwujudkan dengan empat cara sesuai dengan UU No 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara yaitu melalui pendidikan kewarganegaraan, pelatihan dasar militer, pengabdian sukarela TNI, pengabdian sesuai profesi.

Sementara itu sejumlah anggota di DPR di meja parlemen menyoroti program bela diri ini dari segi payung hukum. Program bela negara ini bagus namun harus disiapkan terlebih dahulu payung hukumnya agar jelas aturan dan juga anggaran. Mengingat target 100 juta kader bela negara tentu sangat berkaitan dengan anggaran.

Terlepas dari pro dan kontra program pendidikan dan pelatihan bela negara, jika kita amati sebenarnya Indonesia sedang mengalami degradasi nasionalisme. Berbagai kasus perkelehian antar kampung, aksi teror, konflik etnik banyak terjadi di beberapa daerah seperti misalnya tregedi di Tolikara, aksi terorisme jaringan Mujahidin Indonesia Timur di Poso dan juga beberapa warga negara indonesia yang telah bergabung dengan ISIS dan kasus kasus kekerasan yang lain. Sementara itu generasi muda Indonesia disibukkan dengan kemajuan  teknologi yang sangat cepat, tontonan yang berbau kekerasan yang membahayakan bagi keutuhan jati diri kebangsaan dan rasa nasionalisme.

Gagasan program pendidikan dan pelatihan bela negara merupakan kebijakan yang baik namun namun harus dibarengi dengan dasar hukum yang baik agar program bisa berjalan dengan baik sesuai dengan harapan.Program Bela Negara Menuai Kontroversi

Advertisement
Program Bela Negara Menuai Kontroversi | Kartika Dwi | 4.5
Close
Perhatian!
1 Like dari anda sangat berharga bagi kami