Paste your Google Webmaster Tools verification code here

Saran MUI Mengenai Perbedaan Penentuan Hari Puasa Arafah 2014

Advertisement

Bungkusdah – Saran MUI Mengenai Perbedaan Penentuan Hari Puasa Arafah 2014 – Adanya perbedaan penentuan hari raya Idul Adha 1435 H membuat ada  sebagian dari masyarakat bingung untuk melakukan puasa arafah. Sehingga muncul pertanyaan apakah puasa arafah dilaksanakan pada hari Jum’at atau hari Sabtu? Dan kapan waktu yang tepat untuk melaksanan ibadah puasa arafah?

Saran-MUI-Mengenai-Perbedaan-Penetapan-Hari-Puasa-Arafah-2014

Saran-MUI-Mengenai-Perbedaan-Penetapan-Hari-Puasa-Arafah-2014

Perbedaan terjadi karena Pemerintah Arab Saudi menetapkan hari raya Idul Adha 1435 H tahun 2014 jatuh pada hari Sabtu tanggal 4 Oktober 2014. Dengan demikian pelaksanaan rukun haji yaitu wukuf di Arafah yang merupakan puncak pelaksanaan ibadah haji dilaksanakan pada hari ini Jum’at tanggal 3 Oktober 2014. Dan pendapat umum menyatakan bahwa ketika para jamaah haji sedang melaksanakan wukuf di Arafah, maka umat  Islam di wilayah lain disunnatkan melaksanakan ibadah puasa arafah.

Dan permasalahan muncul ketika Pemerintah Indonesia melalui sidang isbat menetapkan bahwa Hari Raya Idul Adha jatuh pada hari Minggu 5 Oktober 2014. Bukan hari Sabtu 4 Oktober 2014. Sehingga dengan demikian masyarakat yang mengikuti ketetapan pemerintah akan melakukan ibadah puasa arafah pada hari Sabtu 4 Oktober 2014.

Dengan demikian muncullah pertanyaan, apakah sah atau tidak ibadah puasa arafah yang dilaksanakan pada hari Sabtu 4 Oktober 2014 karena yang mengikuti ketentuan pemerintah melakukan puasa arafah tidak pada dalam waktu yang bersamaan dengan para jamaah haji melaksanakan wukuf di Arafah.

Saran-MUI-Mengenai-Perbedaan-Penentuan-Hari-Arafah-2014

Saran-MUI-Mengenai-Perbedaan-Penentuan-hari-Puasa-Arafah-2014

Berikut ini Saran MUI Mengenai Perbedaan Penentuan Hari Puasa Arafah 2014 . Pimpinan Majelis Ulama Indonesia Pusat, Anwar Abbas menegaskan bahwa ummat tidak perlu resah dan bingung atas terjadinya perbedaan penentuan hari raya Idul Adha ini. Yang menjadi patokan untuk melaksanakan ibadah puasa arafah adalah tanggal 9 Dzulhijjah. Dan Anwar Abbas menjelaskan bahwa puasa Arafah tidak terkait dengan pelaksanaan wukuf. Dan mengenai jatuhnya tanggal 9 Dzulhijjah itu pada tanggal 3 atau 4 Oktober 2014, itu merupakan keputusan yang dipilih oleh masing-masing masyarakat.

Ketua Majelis Ulama Indonesia menyebutkan ada tiga versi atau kelompok dalam merayakan Idul Adha 1435 H/ 2014. Yang pertama adalaj kelompok NU dan yang mengikuti pemerintah dan akan melaksanakan hari raya Idul Adha pada hari Minggu 5 Oktober 2014. Kelompok ini dalam menentukan dan menetapkan jatuhnya hari raya Idul Adha dengan menggunakan metode perhitungan imkanur rukyat.

Kelompok kedua adalah kelompok Muhammadiyah dan ormas lain yang menetapkan hari raya Idul Adha jatuh pada hari Sabtu 4 Oktober 2014. Muhammadiyah dalam menetapkan jatuhnya hari raya Idul Adha tahun 2014 dengan menggunakan metode sistem  hisab.

Dan kelo,mpok yang ketiga adalah kelompok yang merujuk pada keputusan pemerintah Arab Saudi yang menetapkan Idul Adha jatuh pada hari Sabtu 4 Oktober 2014.

Lalu dari ketiga kelompok tadi mana yang benar? Saran MUI Mengenai Perbedaan Penentuan Hari Puasa Arafah 2014 menurut Anwar Abbas bahwa baik itu NU, Muhammadiyah maupun ormas-ormas lain, masing-masing dari mereka ini memiliki dasar landasan keyakinan masing-masing. Yang paling paling penting adalah harus tetap menjaga toleransi dan kerukunan.

Advertisement
Saran MUI Mengenai Perbedaan Penentuan Hari Puasa Arafah 2014 | Kartika Dwi | 4.5
Close
Perhatian!
1 Like dari anda sangat berharga bagi kami