Paste your Google Webmaster Tools verification code here

Walang Pengemis Tajir: Mengaku Kapok Dan Tidak Akan Mengemis Lagi

Advertisement

Walang Pengemis Tajir – Walang bin Kilon yang mengaku baru 6 bulan mengemis dan mengaku kapok setelah diciduk oleh Dinas Sosial Jakarta Selatan 25 November 2013 lalu. Walang kini menjadi sorotan masyarakat setelah ditemukannya uang sebesar Rp 25 juta dalam gerobaknya yang digunakan untuk mengemis. Walang kini terkenal dengan pengemis tajir.

Walang Pengemis Tajir: Mengaku Kapok Dan Tidak Akan Mengemis Lagi

Walang Penegemis Tajir: Mengaku Kapok Dan Tidak Akan Mengemis lagi

Waktu tertangkap saat itu Walang bersama temannya Sa’aran sedang mengemis di bawah flyover Jalan Gatot Subroto,Pancoran,Jakarta. Petugas melakukan penggeledahan terhadap isi gerobak Walang dan petugas kaget ketika menemukan uang sebanyak Rp 25 juta.

Walang Pengemis Tajir: Mengaku Kapok dan Tidak Akan Mengemis Lagi

Walang Pengemis Tajir: Mengaku Kapok dan Tidak Akan Mengemis Lagi

Akhirnya Walang bersama temannya dibawa ke Panti Sosial Bina Insan (PSBI) Ciapayung untuk mendapatkan pembinaan. Kabar tertangkapnya pengemis dengan uang Rp 25 juta sampai juga ke media. Tak pelak Walang banyak diwawancarai oleh beberapa stasiun televisi.

Walang mengaku dia mengemis karena terinspirasi dari televisi melihat pengemis-pengemis mendapatkan uang banyak hanya dengan bermalas-malasan. Akhirnya Walang mengajak Sa’aran tetangganya yang usia 60 tahun ke Jakarta untuk mengemis dengan mendorong gerobak sedangkan Sa’aran berada di atas gerobak dan berpura-pura sakit.

Walang Pengemis Tajir: Mengaku Kapok Dan Tidak Akan Mengemis Lagi

Walang Pengemis Tajir: Mengaku Kapok Dan Tidak Akan Mengemis Lagi

Walang Pengemis Tajir – baru 6 bulan mengemis di Jakarta mengaku bisa mendapat Rp 100 ribu per hari. Walang membantah uang Rp 25 juta hasil dari mengemis. Walang merinci bahwa uang Rp 25 juta itu terdiri dari Rp 21 juta dari hasil menjual sapi dan yang Rp 4 juta adalah hasil dari mengemis.

Namun menurut Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta SelatanĀ  Miftahul Huda , Walang mengaku sudah 5 tahun mengemis di Jakarta dan uang Rp 25 Juta adalah hasil dari mengemis selama 15 hari di Jakarta.

Walang Pengemis Tajir: Mengaku Kapok Dan Tidak Akan Mengemis Lagi

Walang Pengemis Tajir: Mengaku Kapok Dan Tidak Akan Mengemis Lagi

Walang sebagai orang kampung tapi mempunyai pemikiran bisnis yang baik, sebelumnya Walang bekerja sebgai buruh di Karawang,setelah pulang kampung Walang berbisnis jualan sapi,selain jualan sapi Walang suka ikut taruhan pilihan Lurah. Dikatakan oleh Walang hasil taruhan menang Rp 40 juta ia gunakan untuk bayar Dp sisanya untuk perbaikan rumah. Setelah daftar haji Walang bertobat dan merasa malu bermain taruhan lagi.

Walang Pengemis Tajir: Mengaku Kapok Dan Tidak Akan Mengemis Lagi

Walang Pengemis Tajir: Mengaku Kapok Dan Tidak Akan Mengemis Lagi

Walang Pengemis Tajir – dikampungnya di Subang sudah terkenal dengan sebutan Haji Walang, ia mengaku mengemis untuk bayar cicilan ongkos naik haji. Tiap bulan Walang harus setor Rp 1 juta ke yayasan haji yang ada di kampungnya yang kemudian di setor ke bank BUMN.

Walang Pengemis Tajir: Mengaku Kapok Dan Tidak Akan Mengemis Lagi

Walang Pengemis Tajir: Mengaku Kapok dan Tidak Akan Mengemis Lagi

Sa’aran teman Walang mengemis ternyata tidak tunawicara,dia mengaju ikut Walang baru 3 bulan dan di gaji Rp 300 ribu perbulan oleh Walang. Sa’aran kebagian tugas pura-pura sakit,hanya nongkrongĀ  di gerobak.

Setelah tetangkap petugas Dinas Sosial Jakarta Selatan, Walang mengaku kapok dan gak akan mengemis lagi. Walang mau pulang ke kampungnya di Subang Jawa Barat. Walang ingin melanjutkan bisnis sapinya kembali yang sudah ia jalani, dan berharap semoga bisa hidup makmur di kampung halamannya.

Topik yang dicari:

pengemis walang
Advertisement
Walang Pengemis Tajir: Mengaku Kapok Dan Tidak Akan Mengemis Lagi | Kartika Dwi | 4.5
Close
Perhatian!
1 Like dari anda sangat berharga bagi kami